Jumat, 20 Juni 2014

Pengantin Purnama (1)


("jika nanti senja itu datang padamu,, maka cepatlah rias dirimu dengan keindahan pelangi,, karena wanita dibawah sinar bulan yang sedang purnama,, akan selalu menjadi bidadari dari tiap untaian kata ijab kabul"ark..!!!)

Sepuluh tahun yang lalu adalah saat terakhir aku melihatmu,, sinaran matamu yang masih begitu jelas menatapku dengan manisnya,, sinaran matamu yang masih begitu jelasnya merangkai hariku,, dimana di setiap saatku selalu tiada hari tanpamu,, aku masih mengingat bayanganmu,, seorang gadis yang masih belia,, merepresentasikan sebuah sosok keibuan dalam dirinya,, adalah kamu yang kini hanyalah tinggal sebuah kenangan dalam ingatanku,, aku selalu memikirkan tentangmu,, selalu membayangkanmu,, saat kau terjaga dan terlelap dalam tidurmu,, ketika kau hidup dulu..

Aku selalu mencari cara bagaimana agar ku bisa menghidupkanmu kembali,, tetapi semua usahaku hanyalah tinggal sebuah kesia-sia'an,, kini tubuhmu telah menjadi tanah,, entah diatas langit sana engkau mengawasiku atau tidak.. kehadiranmu dalam mimpi-mimpi tidurku,, sebuah kata yang kau ucapkan,, masih tergiang-giang di telingaku..

Kesalahan terbesar dalam hidupku,, adalah aku mengabaikanmu,, aku menjadi sangat menyesal menyia -nyiakan kehadiranmu dalam hidupku.. aku selalu membayangkan,, seandainya saja dulu aku dewasa sebelum waktunya,, mungkin aku akan beranikan diriku berkata tentang perasaan cintaku padamu,, mengatakan dengan seungguh-sungguh cinta yang telah lama tumbuh untukmu,, saat aku mengutarakan perasaan cintaku padamu adalah ketika kini kau telah tiada..

Aku selalu ingin bermimpi tentangmu,, menjadikanmu seseorang yang sangat berarti untukku,, aku selalu menghidupkanmu dalam ruang-ruang khayalku,, berharap kau disana bisa merasakan bahwa disini dibumi ini,, ada seseorang yang masih hidup mengharapkan engkau terlahir kembali..

Andai saja engkau masih disini,, ingin sekali rasanya ku menjadikanmu sebagai pengantin hatiku,, aku membayangkan,, diatas gunung kabuju sana,, engkau duduk menatap bulan yang sedang purnama,, tak lama kemudian aku dapati kau teteskan air matamu,, terlihat jelas mengalir mengikuti lekuk pipimu,, lalu aku duduk disampingmu dan seketika engkau menyandarkan dirimu dibahuku,, dan mengutarakan keinginan hatimu,, untuk menjadi pengantin dibawah bulan yang sedang purnama,, mendengar hal itu,, aku hanya tersenyum dan membelai rambut panjangmu yang terurai hembusan angin,, "pengantin purnama" bisikku..!!! engkau pun menoleh ke arahku dan tersenyum sambil menganggukkan kepalamu.. "iya, kita" katamu tiba-tiba..!!!